Tujuan penelitian menentukan rekomendasi pupuk P dan K bawang merah di tanah Ultisol melalui uji tanah. Pembuatan status hara K tanah dengan pemberian pupuk KCl, dengan taraf : 0 X,1/4 X, 1/2X, 3/4X, dan X. Nilai X sebesar 405.6 kg K ha-1 . Hasil percobaan uji kalibrasi diperoleh kelas ketersediaan hara P tanah Ultisol untuk tanaman
TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) OLEH: PENDI SETIA BUDI 174110139 SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ISLAM RIAU PEKANBARU 2022 . ii bawang merah, kompos kiambang, pupuk KCl, pertumbuhan, hasil. iv
Metode ekstraksi hara K tanah terbaik untuk bawang merah di tanah Ultisol adalah Mechlich I, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.77. Hasil penelitian Pertanian), kapur dolomit, pupuk kandang sapi, KCl (60% K 2 O, hasil analisis lab), Urea (38% N, hasil analisis lab), SP-36 (28% P 2 O 5, hasil analisis lab), insektisida berbahan aktif
bawang merah yang diamati. Hasil penelitian Ansar (2012) pada tanaman bawang merah menunjukkan bahwa pemberian mulsa jerami padi dan mulsa plastik hitam dapat meningkatkan bobot segar umbi per hektar masing-masing 29.3 % dan 24.7 % dibanding tanpa mulsa. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah dengan
Permintaan akan bawang merah untuk konsumsi dan untuk bibit dalam negeri mengalami peningkatan, sehingga Indonesia harus mengimpor untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Di Provinsi Sumatera Utara, sejak tahun 2014 hingga 2018 produksi (Allium ascalonicum L.) terhadap aplikasi Kascing dan pupuk KCl. ((bawang merah
Secara teknis, bawang merah mampu beradaptasi baik jika ditanam di dataran rendah, di lahan irigasi maupun di lahan kering. Bawang merah mempunyai prospek untuk dikembangkan di lahan kering dengan syarat tumbuh dan teknik budidaya sebagai berikut : Tanaman bawang merah cocok tumbuh di dataran rendah sampai tinggi (0-1000 m dpl).
gkhDt.
pupuk kcl untuk bawang merah